Fungsi guiding block sering kali luput dari perhatian banyak orang, padahal ubin bertekstur kuning ini punya peran yang sangat besar bagi kehidupan sehari-hari penyandang tunanetra. Di stasiun, bandara, mall, rumah sakit, hingga trotoar jalan raya, guiding block adalah “mata” mereka yang membantu berjalan dengan aman dan mandiri.
Lalu, sebenarnya apa saja fungsinya? Dan mengapa pemasangannya tidak boleh sembarangan?
Apa Itu Guiding Block?
Guiding block adalah ubin taktil bertekstur yang dipasang di permukaan lantai atau trotoar sebagai jalur navigasi bagi penyandang disabilitas visual. Nama lainnya adalah ubin pemandu, tactile paving, atau ubin difabel.
Di Indonesia, keberadaan guiding block diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 30 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. Artinya, ini bukan sekadar pelengkap estetika, ini kewajiban hukum untuk fasilitas publik.
Fungsi Guiding Block Berdasarkan Jenisnya

Secara umum, guiding block terbagi menjadi dua tipe utama, masing-masing dengan fungsi yang berbeda:
1. Line Type (Pola Garis)
Guiding block pola garis berfungsi sebagai penunjuk arah jalan. Tekstur garis sejajar memberi sinyal kepada tunanetra bahwa jalur di depan aman untuk dilalui. Selama mereka berjalan mengikuti garis, mereka berada di jalur yang benar.
2. Dot Type (Pola Titik)
Guiding block pola titik berfungsi sebagai tanda peringatan atau berhenti. Ketika kaki merasakan tekstur titik-titik menonjol, itu artinya ada bahaya di depan, seperti persimpangan, ujung platform, atau tangga. Ini sinyal untuk berhenti dan waspada.
Kombinasi keduanya membentuk sistem navigasi yang lengkap: garis untuk “jalan terus”, titik untuk “hati-hati”. Pelajari lebih lanjut tentang kedua jenis guiding block ini di halaman produk kami.
Mengapa Fungsi Guiding Block Sangat Penting?
Indonesia memiliki lebih dari 3,7 juta penyandang disabilitas visual berdasarkan data Kementerian Sosial. Tanpa jalur taktil yang memadai, mereka sangat bergantung pada bantuan orang lain hanya untuk berpindah tempat di ruang publik.
Dengan pemasangan guiding block yang tepat, penyandang tunanetra bisa:
- Berjalan mandiri tanpa harus meminta bantuan
- Mengetahui arah dan lokasi bahaya secara otomatis lewat telapak kaki
- Merasa lebih aman dan percaya diri di tempat umum
Di Mana Guiding Block Wajib Dipasang?
Berdasarkan standar aksesibilitas nasional dan internasional, guiding block wajib ada di:
- Stasiun kereta api dan halte bus
- Bandara dan terminal
- Rumah sakit dan puskesmas
- Gedung pemerintahan
- Pusat perbelanjaan dan mall
- Trotoar jalan protokol
- Sekolah dan kampus
Bagi pengelola gedung atau kontraktor yang sedang merencanakan pemasangan, kami menyediakan produk guiding block berkualitas tinggi yang memenuhi standar SNI.
Tips Memilih Guiding Block yang Tepat
Tidak semua guiding block diciptakan sama. Berikut hal yang perlu diperhatikan saat memilih:
- Material: Pilih yang terbuat dari bahan kuat dan anti-slip, seperti teraso atau beton bertekstur khusus
- Warna: Standar internasional menggunakan warna kuning terang untuk kontras maksimal
- Ketebalan: Pastikan sesuai dengan lantai eksisting agar tidak menciptakan tonjolan berbahaya
- Sertifikasi: Gunakan produk yang sudah memenuhi standar SNI atau ISO
Untuk referensi standar internasional, WHO Guidelines on Accessible Urban Environments juga merekomendasikan penggunaan tactile paving sebagai bagian dari kota yang inklusif.
Memahami fungsi guiding block adalah langkah pertama menuju ruang publik yang benar-benar inklusif. Jika Anda sedang merencanakan proyek pembangunan atau renovasi fasilitas umum, pastikan guiding block masuk dalam daftar prioritas, bukan sebagai pelengkap, tapi sebagai kebutuhan utama.
Hubungi kami melalui WhatsApp di +62 811-242-742 (Wahyu) atau email ke project@dw-corporation.com. untuk mendapatkan konsultasi dan penawaran harga spesial sesuai kebutuhan proyek Anda.

